Irving Hutagalung datangf keduakalinya di Unuversitas Gunadarma pada tanggal 28 November 2015, kali ini beliau mengangkat judul "The New Operating System From Windows". Beliau menuunjukan Hololens dan kinect sebagai alat terbaru dari microsoft. Hololens sendiri menggunakan windows 10 yang merupakan 1 komputer utuh yang dikemas dalam bentuk kacamata.
25 December 2015
Irving Hutagalung sebagai pembicara dalam seminar microsoft di Universitas Gunadarma dengan tema "Let's Make Software pada 17 Oktober 2015. Beliau menyampaikan banyak materi berguna sebagai pemuda dikembangkan pola pikirnya unruk membuat sebuah software sebagai pendukung kemajuan jaman. Acara ini mbekarja sama dengan Microsoft
23 November 2015
Geostrategi Indonesia

Ketahanan
Nasional
A. Definisi Ketahanan Nasioanal
Ketahanan
Nasional berasal dari kata tahan yang memiliki arti : Tahan penderitaan, tabah,
kuat, dapat menguasai diri, dan tidak kenal menyerah. Ketahanan Nasional
memiliki makna yaitu perihal tahan (kuat), keteguhan hati, dan ketabahan.
Ketahanan
Nasional, adalah kondisi
dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman,
hambatan dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang
langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas,
kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan
mengejar tujuan dan cita-cita nasionalnya.
Beberapa
pengertian dari istilah penting :
·
Kondisi Dinamis
Merupakan kondisi yang selalu berubah-ubah sesuai dengan
perkembangan waktu, gerak dan
ruang, fleksibel dan tidak statis. Secara operasional
pengertian kondisi dinamis suatu bangsa merupakan bentuk-bentuk kegiatan
pembangunan nasional.
·
Keuletan, Ketangguhan, Daya Tahan
Keuletan merupakan usaha yang terus
menerus dilakukan secara giat dengan kemauan yang keras dengan menggunakan
segala kemampuan dan kecakapan yang dimiliki untuk mencapai tujuan dan
cita-citanya.
Ketangguhan merupakan kekuatan atau
kemampuan yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang atau bangsa dapat
bertahan, kuat menderita, atau kuat menanggulangi beban.
·
Kemampuan
Merupakan produk atau hasil dari
pengujian, percobaan, dan pengalaman.
·
Kekuatan Nasional
Merupakan komponen Astagatra yang
terdiri dari Trigatra (aspek
alamiah), yaitu lokasi dan posisi geografi, Kekayaan alam,
Kemampuan penduduk Dan Pancagatra
(aspek kemasyarakatan), yaitu Ideologi,
Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya, dan Hankam.
·
Tantangan, Ancaman, Hambatan, dan Gangguan.
Tantangan merupakan hal atau usaha
yang bertujuan untuk menggugah kemampuan (capabelity).
Ancaman merupakan hal atau usaha yang bersifat mengubah atau merombak
kebijaksanaan dan dilakukan secara konsepsional, kriminal, serta politis.
Hambatan merupakan hal atau usaha
yang berasal dari diri sendiri yang bersifat atau bertujuan melemahkan atau
menghalangi secara tidak konsepsional .
Gangguan merupakan hal atau usaha
yang berasal dari luar yang bersifat atau bertujuan melemahkan atau
menghalang-halangi secara tidak konsepsional.
·
Integritas
Merupakan kesatuan yang menyeluruh
dalam kehidupan nasional suatu bangsa, baik secara sosial, alamiah, potensial
maupun fungsional.
·
Identitas
Merupakan ciri khas suatu negara
dilihat secara keseluruhan (holistik), yaitu negara yang dibatasi oleh wilayah,
penduduk, sejarah, pemerintah, dan tujuan nasionalnya serta peranan yang
dimainkannya dalam dunia internasional.
B. Latar Belakang Ketahanan
Nasional
Ketahanan
Nasional sebagai suatu istilah baru dikenal dan dipergunakan
kira-kira pada awal tahun 1960-an oleh siapa dan instansi mana yang pertama kali
menemukan dan mempergunakan istilah tersebut belum diketahui secara pasti
Sekitar awal tahun l962
ada usaha-usaha untuk mengembangkan pola gagasan Ketahanan Nasional tersebut, terutama oleh
Panitia Pendirian Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas).
Sejak itulah, pada saat Lemhannas diresmikan pada tahun 1965,
maka lembaga ini selalu berusaha mempopulerkan dan menyempurnakan konsepsi Ketahan Nasional.
Sampai saat ini telah dihasilkan empat buah konsepsi pokok Ketahanan
Nasional, antara lain Konsepsi tahun
1968, Konsepsi tahun 1969, Konsepsi tahun 1972 (yang dipakai sampai sekarang), Konsepsi Pidato Kenegaraan
Presiden Suharto tanggal l6 Agustus l975. Pada hakekatnya konsepsi Ketahanan Nasional tahun 1972 merupakan hasil penyempurnaan dari
konsepsi Ketahanan Nasional
tahun 1968 dan tahun 1969 .
C. Pengertian Ketahanan Nasional
Menurut
para ahli pengertian Ketahanan Nasional adalah sebagai berikut :
- Menurut
Sumarno, ketahanan nasional adalah kondisi dinamika bangsa yang meliputi
segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi.
- Menurut
Harjomataram, ketahanan nasional adalah keuletan dan daya tahan suatu bangsa
untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan dan
ancaman dari dalam atau luar, langsung atau tidak langsung, dan bisa
membahayakan kehidupan nasional.
- Menurut
Suradinata dan Kaelan, ketahanan nasional adalah suatu kondisi dinamis sebuah
Negara yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mampu mengembangkan
kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, gangguan,
hambatan, dan tantangan yang datang dari dalam maupun luar negeri, secara
langsung maupun tidak langsung, yang dapat membahayakan integritas, identitas,
kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara serta perjuangan bangsa dalam
menjaga tujuan nasional.
Jadi ketahanan nasional adalah
kondisi suatu bangsa yang meliputi kondisi dinamis, ketangguhan, keuletan,
kemampuan, kekuatan nasional, identitas, integritas, tantangan, ancaman,
hambatan, dan gangguan.
D. Teori- teori Ketahanan Nasional
1.
Friedrich Ratzel
(1844-1904) dengan Teori Ruang. Intinya
ia menyamakan negara sebagai makhluk hidup yang semakin sempurna dan
membutuhkan ruang hidup yang makin meluas karena kebutuhan. Dalam teorinya
bahwa “bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya manusai yang
tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang “primitif””. Pendapat ini
dipertegas oleh Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan Teori kekuatan yang menyatakan bahwa “Negara adalah satuan politik
yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektualitas”.
Dengan kemampuannya mampu mengeksploitasi negara “primitif” agar negaranya dapat berswasembada. Beberapa
pemikir sering menyebutnya sebagai Darwinisme Sosial.
2.
Karl Haushofer
(1869-1946) dengan Teori Pan Region.
Ia berpendapat bahwa pada hakikatnya dunia dapat dibagi dalam empat kawasan
benua (pan region) dan dipimpin oleh Negara unggul. Teori ruang dan teori
kekuatan merupakan hasil penelitiannya, serta dikenal pula sebagai teori pan regional . Isi teori pan regional antara lain:
a.
Lebensraum
(ruang hidup) yang “cukup”.
b.
Autarki (swasembada).
c.
Dunia dibagi empat Pan Region yaitu: Pan Amerika, Pan Asia Timur, Pan Rusia India, dan
Pan Eropa Afrika.
3.
Sir Harfold Mackinder
(1861-1947) dengan Teori Daerah Jantung
(Heartland). Teorinya adalah:
a.
Who
rules East Europe commands the Heartland.
b.
Who rules the Heartland commands the world
Island.
c.
Who rules the world Island commands the world.
4.
Sir Walter Raleigh
(1554-1618) dan Alfred T. Mahan (1840-1914) dengan Teori Kekuatan Maritim. Kedua pemikir teori tersebut mengatakan:
a.
Sir Walter Raleigh mengatakan, “Siapa
yang menguasai laut akan menguasai perdagangan dunia dan akhirnya akan
menguasai dunia.
b.
Alfred T. Mahan mengatakan, “Laut untuk
kehidupan, SDA banyak terdapat di laut, oleh karena harus dibangun armada laut
yang kuat untuk menjaganya.” Dia juga mengatakan bahwa perlu memerhatikan
masalah akses ke laut dan jumlah penduduk karena faktor ini juga memungkinkan
kemampuan industri untuk kemandirian suatu bangsa dan Negara.
5.
Guilio Douhet (1869-1930)
dan William Mitchel (1879-1936) dengan Teori
Kekuatan di Udara mengatakan, “ Kekuatan udara mampu beroperasi hingga
garis belakang lawan serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara.”
6.
Nicholas J. Spykman
(1893-1943) dengan Teori Daerah Batas (Rimland theory). Menurutnya “Penguasaan
daerah jantung harus memiliki akses ke laut dan hendaknya menguasai pantai
sepanjang Eurasia.” Dalam teorinya tersirat:
a.
Dunia terbagi empat, yaitu daerah
jantung (heartland), bulan sabit
dalam (rimland), bulan sabit luar,
dan dunia baru (benua Amerika).
b.
Menggunakan kombinasi kekuatan darat,
laut, dan udara untuk menguasai dunia.
c.
Daerah Bulan Sabit Dalam (Rimland) akan lebih besar pengaruhnya
dalam percaturan politik dunia daerah jantung.
d.
Wilayah Amerika yang paling ideal dan
menjadi negara terkuat.
e.
Bangsa Indonesia.
1.
Unsur Wadah (Contour) yaitu
Geografi atau wilayah.
2.
Unsur
Isi (Content) yaitu
Demografi atau penduduk.
3.
Unsur Tata Laku (Conduct)
yaitu kondisi sosial yang dinamis
Sebagai
komponen unsur dasar, maka Ketahanan Nasional harus dibina secara
terus menerus yang disebut sebagai strategi "Tata Bina Nasional/Sistem
Manajemen Nasional“ dalam upaya mencapai tujuan menciptakan masyarakat
sejahtera (Prosperity Approach), masyarakat yang aman (Security
Approach), dan hubungan internasional yang harmonis (International
relation/ Management Approach).
F.
Sifat- Sifat Ketahanan Nasional
1.
Manunggal
2.
Mawas Kedalam
3.
Berkewibawaan dan memiliki daya
pencegah (deterrent)
5.
Tidak membenarkan sikap adu kekuasaan
dan adu kekuatan
6.
Percaya pada diri sendiri (self
confidence)
7.
Tidak bergantung pada pihak lain (self
relience)
G.
Tolak Ukur Ketahanan Nasional
1.
Proses pembangunan nasional merupakan proses yang terus
berlanjut dengan berbagai kendala ATHG yang dihadapi, sehingga masih banyak hal
yang perlu dipikirkan secara strategis dan disempurnakan.
2.
Pembangunan nasional yang berhasil
diharapkan akan dapat meningkatkan kondisi ketahanan nasional, dan kondisi
ketahanan nasional yang tangguh dan ulet diharapkan akan memberikan landasan
yang kuat bagi peningkatan pelaksanaan pembangunan nasional.
3.
Permasalahan pembangunan yang sering
muncul kepermukaan pada hakekatnya adalah apa dan bagaimana perkiraan tentang
perkembangan Astagatra yang menyangkut potensi alamiah dan potensi
kemasyarakatan dimasa kini dan dimasa yang akan datang dalam menjawab tantangan
jaman dan tantangan lingkungan perkembangan jaman yang semakin maju dan terus
mengalami perubahan cepat.
4.
Hakekat ketahanan nasional adalah
sebagai suatu kondisi dinamis bangsa Indonesia berisi keuletan dan ketangguhan
sebagai cerminan dari kemampuan bangsa dalam
mengembangkan dan meningkatkan kekuatan nasionalnya. Kondisi dinamis
tersebut pencapaiannya terus selalu diupayakan melalui berbagai cara pengaturan
dan penyelenggaraan kesejahteraan (prosperity) dan keamanan (security)
dalam kehidupan nasional.
5.
Kesejahteraan yang hendak dicapai
dalam ketahanan nasional digambarkan sebagai suatu kemampuan bangsa untuk
menumbuhkan serta mengembangkan seperangkat
nilai nasionalnya guna mewujudkan kemakmuran yang adil dan merata.
Sedangkan Keamanan yang hendak
diwujudkan merupakan kemampuan bangsa dalam upaya melindungi seperangkat
nilai-nilai nasionalnya terhadap segala macam ancaman internal maupun eksternal,
yang untuk selanjutnya lebih ditingkatkan dan dikembangkan lagi.
6.
Ketahanan nasional dalam realitanya
bersift "Kibernetik" dalam pengertian mempunyai kemampuan adaptasi
untuk selalu mengadakan penyesuaian diri dan sekaligus merupakan fungsi dari
lingkungan (Enveronment), Ruang (Space) , waktu (Time), dan gerak (Motion).
Oleh karena itu, ketahanan nasional suatu bangsa tidak selamanya bersifat
tetap, melainkan selalu mengalami
fluktuasi konjungtur dapat meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan
kondisi yang dihadapi oleh bangsa tersebut.
7.
Antara Trigatra dan Pancagatra dalam Ketahanan nasional memiliki hubungan
timbal balik yang sangat erat, saling ketergantungan didalam seluruh aspek
kehidupan nasional. Demikian pula antar gatra/didalam gatra itu sendiri juga
memiliki hubungan timbal balik, saling ketergantungan (interdependency)
secara erat yang merupakan suatu kesatuan utuh dan serasi (integralistik).
Dengan kata lain, Ketahanan nasional adalah suatu pengertian holistik, dimana
kelemahan satu gatra akan dapat mengakibatkan kelemahan gatra lainnya dan
mempengaruhi totalitas konfigurasi dan kondisi ketahanan nasional secara keseluruhan.
Sumber
:
http://pendidikankewarganegaraans.blogspot.com/2012/12/bentuk-bentuk-wawasan-nusantara.html#amyamy









