MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR
(SOFTSKILL)
“ MASALAH SOSIAL”
Dosen :
Edi Fachri
Penyusun :
Nicko Wrenda Desthian Firizky
(55415043)
Universitas Gunadarma
Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Jawa Barat
(021) 78881112
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan yang Maha Esa karena berkat, rahmat dan
karunianya, saya dapat menyelesaikan tugas makalah mengenai “Masalah Sosial “
terutama didaerah saya Ds. Balonggebang, Kec. Gondang, Kab. Nganjuk, Prov. Jawa
Timur .Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas dari Bapak Edi Fahri, selaku dosen ILMU SOSIAL DASAR kelas 1IA21. Banyak
kendala yang saya alami dalam menyusun makalah ini. Namun, itu semua tidak
menyurutkan dan mengurungkan niat serta
tekat saya untuk menyelesaikan makalah ini karena ada niat yang sungguh-
sungguh.
Kami
telah berupaya menyempurnakan makalah ini, namun seperti kata pepatah, “ tak
ada jalan yang tak rusak” maka kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari Bapak Edi , serta teman-teman dan juga pembaca blog saya ini.
Daftar Isi
Kata Pengantar................................................................................................ i
Daftar Isi........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan...................................................................................... 3
1.4 Manfaat Penulisan.................................................................................... 4
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Secara Umuml………………................................................5
BAB III METODE PENULISAN
3.1 Sample......................................................................................................12
3.2 Keterbatasan.............................................................................................13
3.2 Keterbatasan.............................................................................................13
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Kesimpulan...............................................................................................12
4.2 Saran.........................................................................................................14
4.2 Saran.........................................................................................................14
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan...............................................................................................12
5.2 Saran.........................................................................................................14
Daftar Pustaka................................................................................................15
5.1 Kesimpulan...............................................................................................12
5.2 Saran.........................................................................................................14
Daftar Pustaka................................................................................................15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sampai saat ini, Indonesia masih tergolong Negara yang
sedang berkembang dan belum mampu menyelesaikan masalah kemiskinan. Dari
beberapa banyak masalah sosial yang ada sampai saat ini, gelandangan dan
pengemis adalah masalah yang perlu di perhatikan lebih oleh pemerintah, karena
saat ini masalah tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat banyak,
khususnya di Kota Nganjuk. Akibat dari
kurangnya pendidikan membuat sumber daya manusianya melemah pula yang
menyebabkan masalah sosial ini terjadi.
Masalah sosial sendiri bersumber dari berbagai aspek
yang terus menyebar diseluruh negara kita ini.
1.2 Rumusan
Masalah
·
Apa saja faktor yang
menyebabkan masalah sosial di kota Nganjuk ?
·
Apa solosi terhadap
masalah sosial tersebut ?
1.3 Tujuan Penelitian
Agar mahasiswa mampu memahami faktor penyebab, dampak
dan upaya penanggulangan dari masalah sosial di kota Nganjuk.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian Secara Umum
Gepeng merupakan Orang-orang
yang tidak mempunyai tempat tinggal dan tidak mempunyai pekerjaan. Gepeng juga
bisa di sebut orang miskin atau orang
yang tidak mampu, dan juga WTS ialah seorang wanita yang mempekerjakan dirinya
sebagai penyambung kehidupanya.
Banyak pemahaman tentang kemiskinan yang di kemukakan para ahli, salah satu
pemahaman yang dimaksud dikemukakan Bank dunia (1990) dan Chambers (1987)
(dalam Mikkelsen,2003:193) yang memandang kemiskinan sebagai :
“Suatu
kemelaratan dan ketidakmampuan masyarakat yang diukur dalam satu standar hidup tertentu
yang mengacu kepada konsep miskin relatif yang melakukan analisis perbandingan
di negara-negara kaya maupun miskin. Sedangkan konsep absolut dari kemiskinan
adanya wabah kelaparan, ketidakmampuan untuk membesarkan atau mendidik
anak-anak lain”
Usman (2003 : 33) mengatakan bahwa
“kemiskinan adalah kondisi kehilangan
(deprivation) terhadap sumber-sumber pemenuh kebutuhan dasar yang berupa
pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan serta hidupnya serba
kekurangan.”
Dari pandangan di atas diperoleh suatu konsep pemahaman bahwa kemiskinan pada
hakekatnya merupakan kebutuhan manusia yang tidak terbatas hanya pada
persoalan-persoalan ekonomi saja. Karena itu, program pemberdayaan masyarakat
miskin sebaiknya tidak terfokus pada dimensi pendekatan ekonomi saja, tetapi
juga memperhatikan dimensi pendekatan lain, yaitu pendekatan peningkatan
kualitas sumber daya manusia dan sumber daya sosial. Menurut Supriatna
(1997:90) :
“Kemiskinan merupakan kondisi yang
serba terbatas dan terjadi bukan atas kehendak orang yang bersangkutan.
Penduduk dikatakan miskin bila ditandai oleh rendahnya tingkat pendidikan,
produktivitas kerja, pendapatan, kesehatan dan gizi serta kesejahteraan
hidupnya, yang menunjukkan lingkaran ketidakberdayaan.”
Menurut Kartasasmita (1996:240-241), kondisi kemiskinan dapat disebabkan
sekurang-kurangnya empat penyebab :
“Pertama, rendahnya taraf
pendidikan. Taraf pendidikan yang rendah mengakibatkan kemampuan pengembangan
diri terbatas dan menyebabkan sempitnya lapangan kerja yang dapat dimasuki.
Dalam bersaing untuk mendapatkan lapangan kerja yang ada, taraf pendidikan
menentukan. Taraf pendidikan yang rendah juga membatasi kemampuan untuk mencari
dan memanfaatkan peluang.
Kedua, rendahnya derajat kesehatan. Taraf kesehatan dan gizi yang rendah menyebabkan rendahnya daya tahan fisik, daya pikir, dan prakarsa.
Ketiga, terbatasnya lapangan kerja. Keadaan kemiskinan karena kondisi pendidikan dan kesehatan diperberat oleh terbatasnya lapangan pekerjaan. Selama ada lapangan kerja atau kegiatan usaha, selama itu pula ada harapan untuk memutuskan lingkaran kemiskinan itu.
Keempat, Kondisi keterisolasian. Banyak penduduk miskin, secara ekonomi tidak berdaya karena terpencil dan terisolasi. Mereka hidup terpencil sehingga sulit atau tidak dapat terjangkau oleh pelayanan pendidikan, kesehatan dan gerak kemajuan yang dinikmati masyarakat lainnya.”
Kedua, rendahnya derajat kesehatan. Taraf kesehatan dan gizi yang rendah menyebabkan rendahnya daya tahan fisik, daya pikir, dan prakarsa.
Ketiga, terbatasnya lapangan kerja. Keadaan kemiskinan karena kondisi pendidikan dan kesehatan diperberat oleh terbatasnya lapangan pekerjaan. Selama ada lapangan kerja atau kegiatan usaha, selama itu pula ada harapan untuk memutuskan lingkaran kemiskinan itu.
Keempat, Kondisi keterisolasian. Banyak penduduk miskin, secara ekonomi tidak berdaya karena terpencil dan terisolasi. Mereka hidup terpencil sehingga sulit atau tidak dapat terjangkau oleh pelayanan pendidikan, kesehatan dan gerak kemajuan yang dinikmati masyarakat lainnya.”
Ketiga penyebab tersebut menunjukkan adanya lingkaran kemiskinan. Rumah tangga
miskin pada umumnya berpendidikan rendah dan terpusat di daerah pedesaan.
Karena pendidikan rendah, maka produktivitasnya pun rendah sehingga imbalan
yang diterima tidak cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum,
antara lain kebutuhan pangan, sandang, kesehatan, perumahan, dan pendidikan,
yang diperlukan untuk dapat hidup dan bekerja.
BAB III
METODE PENULISAN
A. Sample
Masyarakat pinggiran
di Kota Nganjuk
B. Keterbatasan
Belum melakukan
penelitian secara menyeluruh.
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Yang dimaksud
dengan masalah sosial adalah suatu kondisi yang terlahir dari sebuah keadaan
masyarakat yang tidak ideal, atau definisi masalah sosial yaitu keditak
sesuaian unsur-unsur masyarakat yang dapat membahayakan kehidupan kelompok
sosial. Masalah sosial merupakan suatu kondisi yang dapat muncul dari keadaan
masyarakat yang kuranga atau tidak ideal, maksudnya selama terdapat kebutuhan
dalam masyarakat yang tidak terpenuhi secara merata maka masalah sosial akan
tetap selalu ada didalam kehidupan.
B. Faktor Penyebab
Faktor-faktor yang menjadi Masalah di Kota Nganjuk antara lain :
1. Kemiskinan
Yaitu merupakan suatu keadaan yang
dimana terjadi ketidak mampuan untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar dalam
kehidupan, diantaranya seperti: sandang, pangan dan papan. Kemiskinan bukan
hanya terjadi di daerah-daerah plosok saja akan tetapi dapat terjadi juga di
daerah perkotaan.
2. Pengangguran
Pengangguran merupakan salah
satu contoh dari permasalahan sosial saat ini, meningkatnya jumlah penagguran
biasanya disebabkan oleh jumlah penduduk yang semakin meningkat sedangkan
jumlah lapangan kerja yang masih terbatas atau masih sedikit, hal seperti ini
harus segera di atasi oleh pemerintah dengan cara menyediakan lapangan kerja yang
banyak supaya dapat mengurangi jumlah pengangguran.
3. Masalah pada pendidikan
Kurangnya pendidikan merupakan salah
satu masalah sosial yang terjadi dalam masyarakan, misalnya seperti banyak
anak-anak membantu orang tuanya untuk mencari nafkah, hal ini disebabkan karena
ketidak mampuan mereka dalam membiayai sekolah.
C. Inilah 4 Faktor yang dapat menimbulkan masalah
sosial
Masalah sosial dalam kehidupan
masyarakat sangatlah banyak akan tetapi sebenarnya terdapat 4 (empat) faktor
utama yang menyebabkan timbulnya masalah sosial, yang diantaranya seperti
berikut ini:
1. Faktor Ekonomi
Masalah dalam ekonomi biasanya
berupa masalah pengangguran, kemiskinan dan lain-lain. Dalam masalah ini
biasanya yang harus bertanggung jawab adalah pemerintah, karena pemerintah
kurang menyediakan lapangan kerjan bagi masyarakat. Jika masyarakat mengalami
permasalahan ini akan mengakibatkan sangat rentannya anggota masyarakat untuk
melakukan tindakan krriminalitas dan kekurangan ekonomi dapat dijadikan suatu
alasan atau pembenaran dalam melakukan tindakan tersebut. Faktor ekonomi juga
dapat dijadikan sebagai acuan maju atau tidaknya suatu negara serta faktor
ekonomi dapat mempengaruhi masalah sosial pada aspek prikologis dan biologis masyarakat.
2. Faktor Budaya
Faktor ini maksudnya kebudayaan
yang semakin berkembang pada masyarakat akan mempunyai peran yang dapat memicu
timbulnya masalah sosial. Misalnya seperti pernikahan pada usia dini,
kawin-ceraii, kenakalan pada remaja dan lain-lain atau seperti saat ini negara
kita sedang terus menerus dimasuki budaya asing.
Faktor ini harus mendapat
perhatian secara serius karena kebudaya pada suatu negara dapat
mencerminkan kebiasaan masyarakatnya. Dengan mempelajari atau mendalami
pendidikan agama mungkin dapat mencegah, menyadarkan ataupun menyaring budaya
asing yang masuk.
3. Faktor Biologis
Selanjutnya adalah faktor biologis,
faktor ini dapat menyebabkan timbulnya masalah sosial misalnya seperti kuarang
gizi, penyakit menular dan lain-lain. Hal ini terjadi karena kurangnya
fasilitas-fasilitas kesehatan yang layak dan dapat terjadi juga karena kondisi
ekonomi maupun pendidikan masyarakat yang tidak mencukupi. Jadi sebagian besar
kondisi dari biologis masyarakat mudah terjangkit penyakit, untuk solusinya
mungkin pada saat ini dengan cara meningkatkan fasilitas-fasilitas kesehatan
dan memberikan pengetahuan pada setiap anggota masyarakat tentang pencegahan
serta memberi pengetahuan tentang pentingnya pola hidup sehat maupun pentingnya
menjaga kebersihan lingkungan.
4. Faktor Psikologis
Selain faktor diatas ada juga faktor
psikologis, masalah seperti ini dapat muncul jika psikologis suatu masyarakat
sangat lemah. Faktor psikologis juga dapat juga muncul jika beban hidup yang
berat yang dirasakan oleh masyarakat khususnya yang ada di daerah perkotaan,
pekerjaaan yang menumpuk sehingga menimbulkan stress lalu dapat menimbulkan
luapan emosi yang nantinya dapat memicu konflik antar anggota masyarakat.
D. Dampak
Kemiskinan
Suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup
memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan
tenaga mental, maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
Dampaknya
bagi masyarakat adalah kriminalitas meningkat,
kelaparan, munculnya berbagai penyakit pada kelompok resiko tinggi
seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan orang lanjut usia.
Peperangan
Merupakan satu bentuk pertentangan dan juga suatu
lembaga kemasyarakatan. Peperangan merupakan bentuk pertentangan yang setiap
kali diakhiri dengan suatu akomodasi.
Dampaknya adalah disorganisasi dalam berbagai aspek
kemasyarakatan, baik bagi negara yang ke luar sebagai pemenang, apalagi bagi
negara yang takluk sebagai si kalah. Apalagi peperangan biasanya perang total,
yaitu dimana tidak hanya angkatan bersenjata yang bersangkut, tetapi seluruh
lapisan masyarakat, berjatuhnya korban
serta penderitaan fisik dan bathin.
Kenakalan Remaja
Keinginan untuk melawan (misalnya dalam bentuk
radikalisme, delinkuensi,dsb), dan sikap apatis (misalnya penyesuaian yang
membabi buta terhadap ukuran moral generasi tua).
Dampak dari
kenakalan remaja ini adalah merugikan fisik dan mental bagi diri sendiri,
membuat resah masyarakat, keberadaan masyarakat tdak dihargai.
Birokrasi
Merupakan organisasi yang bersifat hierarkis yang
ditetapkan secara rasional untuk mengordinasikan pekerjaan orang-orang untuk
kepentingan pelaksanaan tugas-tugas administratif.
Dalam
karangan Max Weber, yang berjudul ‘Some Consequences of Bureaueratization’ dalam
buku Sociological Theoty,
mengemukakan kekhawatirannya akan akibat perkembangan birokarsi yang sangat
pesat, karena didalam birokarsi, setiap petugas mendapat tempat tertentu yang
tetap, ibarat sebuah roda bergigi dalam sebuah mesin. Apabila manusia tadi
sadar akan kedudukannya, dia akan berusaha untuk menjadi roda untuk seluruh
mesin. Gejala tersebut disebabkan manusia terlalu mendambakan suatu tata tertib
sehingga apabila tata tertib tidak ada, dia akan kehilangan pegangannya.
Disorganisasi Keluarga
Yaitu suatu perpecahan dalam keluarga sebagai unit,
oleh karena anggota-anggotanya keluarga tersebut gagal memenuhi
kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan peranan sosialnya.
Dampak dari
disorganisasi keluarga adalah perceraian dan kenakalan remaja akibat tidak
adanya perhatian dan kasih sayang dari orang tuan.
E. Upaya Penanggulangan
Adapun
beberapa cara untuk menanggulangi masalah sosial, yang diantaranya sebagai
berikut ini:
- Dapat meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan.
- Dapat meningkatkan kesadaran sosial.
- Dapat menyediakan lapangan kerja yang banyak.
- Dapat meningkatkan pemerataan pembangunan atau fasilitas publik.
- Dapat mensosialisasilkan norma sosial dan nilai-nilai sosial.
- Dapat memberikan sanksi sosial yang tegas bagi yang melanggar, dan lain-lain.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari rangkuman diatas, kita pahami bahwa Masalah
sosial adalah suatu gejala abnormal yang sering terjadi dilingkungan
masyarakat. Dan memiliki dampak bagi kehidupan masyarakat. Tetapi hal ini bisa
diantisipasi dan diatasi apabila kita lebih memahami dan mengenal akan hal-hal
dan masyarakat disekitar kita.
.
B. Penutup
Sebaiknya
pemerintah agar memperhatikan gelandangan dan pengemis dengan memberikan
bimbingan bukan dengan penangkapan secara keras, karena bagaimana pun juga
mereka adalah anak bangsa yang mempunyai hak untuk mendapatkan hidup layak
serta pendidikan dan perhatian, karena kami yakin jika mereka di berikan
kesempatan untuk mendapat pendidikan dan perekonomian yang baik tentunya kelak
mereka dapat mengaharumkan nama Negara dan bangsa dan juga dapat mengurangi
permasalahan sosial yangt erjadi di Indonesia saat ini. Kami juga menghimbau
kepada keluarga agar dapat memberikan pola asuh yang baik,sehingga tidak
mendorong anak-anak penerus bangsa terjerumus didalam kehidupan sosial yang
menyimpang. Upaya penanggulangan akan lebih baik lagi jika pemerintah menyediakan panti sosial yang mempunyai program dalam bidang pelayanan
rehabilitasi dan pemberian bimbingan keterampilan (workshop) bagi gelandangan
dan pengemis sehingga mereka dapat mandiri dan tidak kembali menggelandang dan
mengemis, dll.
DAFTAR PUSTAKA
link download pdf : https://drive.google.com/file/d/0B_ory9VQf42lZlNzczIweDJEUlU/view?usp=sharing






0 komentar:
Post a Comment