AGAMA DAN PERILAKU
Pengertian Religiusitas berasal kata dari bahasa latin religio, yang berakar dari kata religare yang berarti mengikat (Ahmad, 1995). Secara instansial religius menunjuk pada sesuatu yang dirasakan sangat dalam yang bersentuhan dengan keinginan seseorang, yang butuh ketaatan dan memberikan imbalan sehingga mengikat seseorang dalam suatu masyarakat (Ahmad, 1995). Mayer (dalam Kahf, 1995) mengatakan bahwa agama adalah seperangkat aturan dan kepercayaan yang pasti untuk membimbing manusia dalam tindakan terhadap Tuhan, orang lain, dan diri sendiri.
Agama disebut jenis sistem sosial. Ini hendak menjelaskan bahwa agama adalah suatu fenomena sosial, suatu peristiwa kemasyarakatan. Suatu sistem sosial dapat dianalisis, karena terdiri atas kaidah yang kompleks dan peraturan yang dibuat saling berkaitan dan terarahkan kepada tujuan tertentu.
Agama berporos pada kekuatan-kekuatan nonempiris. Ungkapan ini menjelaskan bahwa agama itu khas berkaitan dengan kekuatan-kekuatan dari ?dunia luar? yang di?huni?oleh kekuatan-kekuatan yang lebih tinggi daripada kekuatan manusia dan dipercayai sebagai arwah, roh-roh dan roh tertinggi.
Manusia mendayagunakan kekuatan-kekuatan di atas untuk kepentingannya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Yang dimaksud dengan kepentingan (keselamatan) ialah keselamatan di dalam dunia sekarang ini dan keselamatan di?dunia lain? yang dimasuki manusia setelah kematian.
Perilaku sosial adalah perilaku yang secara khusus ditujukan kepada orang lain. menurut Max Weber Perilaku mempengaruhi aksi sosial dalam masyarakat yang kemudian menimbulkan masalah-masalah. Weber menyadari permasalahan-permasalah dalam masyarakat sebagai sebuah penafsiran. Akan halnya tingkatan bahwa suatu perilaku adalah rasional (menurut ukuran logika atau sains atau menurut standar logika ilmiah), maka hal ini dapat dipahami secara langusung.
Referensi lain menyebutkan bahwa perilaku sosial merupakan fungsi dari orang dan situasinya.Dimaksudkan disini adalah setiap manusia akan bertindak dengan cara yang berbeda dalam situasi yang salam, setiap perilaku seseorang merefleksikan kumpulan sifat unik yang dibawanya ke dalam suasana tertentu yaitu perilaku yang di tunjukkan seseroang ke orang lain.
Pengaruh Agama Terhadap Perilaku Sosial
Prilaku sosial dan agama memiliki hubungan yang sangat erat
dan tak dapat dipisahkan satu sama lain.
Sebab, ketika melakukan penelitian terhadap
agama, maka hampir tidak terlepas dari
penggunaan pendekatan-pendekatan atau pun
kerangka metodologis ilmu-ilmu sosial. Dalam konteks ini, secara sosiologis misalnya, agama dianggap sebagai bagian dari konstruksi realitas sosial. Dengan demikian, penelitian sosial jika dihubungkan dengan penelitian
agama semuanya dapat dikatakan merupakan paradigma penelitian yang bersifat empiris.
Agama adalah pedoman perilaku moral, maka agama adalah pemengaruh perilaku moral manusia karena keyaqinan itu masuk ke dalam konstruksi kepribadian. Sejauh mana efektivitas pengaruhnya tentu tergantung dari kuat mana antara penyampai pengaruh dengan penerima pengaruh.
Setiap agama pasti memiliki aturan atau perintah masing-masing agama yang harus di patuhi oleh segenap pengikutnya. Dan aturan-aturan tersebut akan mempengaruhi pada tingkah laku atau prilaku dari pengikutnya. Akan tetapi apabila dalam menjalankan perintah atau atauran yang diberikan oleh agama dijalankan hanya karena meggugurkan kewajiban belaka maka bisa saja prilakunya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh agama. Salah satu contohny adalah ada orang yang ibadahnya rajin akan tetapi mereka juga ahli ma’siat atau ahli berbuat kemunkaran.
Dewasa ini pula banyak perilaku para pemeluk agama yang telah menyimpang jauh dari esensi ajaran agama itu sendiri. Akibatnya, agama menjelma menjadi sosok yang seram dan menakutkan. Padahal, esensi ajaran agama adalah cinta dan kasih sayang. Saat ini kita tidak hidup di zaman perang dengan senjata sebagai alat utama. Kita sekarang berpijak di era keterbukaan dan demokrasi. Seharusnya, yang tampak adalah sikap saling membantu dan menebar kedamaian.
Dapat disaksikan perbedaan antara orang yang beriman dengan ornag yang tidak beriman yang hidup menjalankan agamanya, dengan orang yang tidak menjalankan agama atau mejalankan agama dengan cara acuh tak acuh kepada agamanya. Pada wajah orang yang beragama terlihat ketentraman batin, sikapnya dan perbuatannya tidak akan menyengsarakan atau mnyusahkan orang lain, lain halnya dengan orang yang hidupnya terlepas dari iktan agama atau tali agama, hidupnya akan mudah terganggu oleh goncangan jiwa dan suasana.
kalau kita mau berfikir secara mendalam sebenarnya agama adalah sebagai pemersatu aspirasi manusia yang paling kuat, sebagian jumlah besar moralitas sumber tatanan masyarakat dan perdamaian batin dan individu sebagai suatu yang memulyakan dan yang membuat manusia beradab.
Akan tatpi banyak sekali tuduh-tuduhan yangsangat menykitkan telinga kita, mereka berpendapat bahwa agama adalah sumber mpeghambat kemajuan manusia dan memepertinggi fanatisme dan sifat tidak toleran, pegacuan, pengabaian, tahayul, dan kesia-sian, padahal pandangan seperti itu adalah pandangan yang sanagt keliru.
Dan sebenarnya agama adalah sebagai sumber penting dalam kebudayaan memberikan arahan dan bentuk pada fikiran, perasaan, dan tindak tanduk manusia, bagaimanakah tidak tindakan ini sudah susai ataukah belaum dengan masyarakat dan bagaimana akibatnya.
Sedikit contoh tentang perintah agama yang mempengaruhi pada kehidupan pemeluknya :
1. Perintah sholat pada pemeluk agama islam
Shalat adalah sala satu perintah dan juga rukun islam yang harus dilakukan oleh pemeluk agama islam ketika mereka sudah baligh baik orang islam laki-laki ataupun perempuan, dan tidak bisa diwakilkan ketika mereka masih hidup. Dan tanpa kita sadari ternyata pelaksanaan perintah ini berpengaruh pada kehidupan pelakunya. Diantara pengaruhnya adalah
ü Alokasi waktu
ü Pekerjaan atau kegiatan disesuaikan agar tidak terjadi konflik
ü Kebanyakan tempat-temat belanja dan gedung-gedung sarana umum didirikan tempat untuk sholat
ü Pakaian shalat
2. Perintah puasa pada agama Kristen atau katolik
Punya tidak hanya untuk pemeluk agama islam ternyata dalam ajaran agama Kristen juga mengenala yang namanya puasa akan tetapi puasa mereka tidak sama dengan puasa yang dilakukan oleh pemeluk agama islam, puasa yang dlaukakn oleh pemeluk agama Kristen dilakaukan kurang lebih sekitar empat puluh hari sebelum atau sesudah hari paskah dengan tidak makan daging, telur, keju, susu, dan tidak merokok.
http://alfallahu.blogspot.co.id/2013/04/pengaruh-agama.html
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20121220151655AAAK0Jv






