INDIVIDU KELUAGA DAN
MASYARAKAT
PERTUMBUHAN INDIVIDU
A. PENGERTIAN
INDIVIDU.
Kata individu “individu”
berasal dari kata latin, “individuum” artinya “yang tak terbagi”. Individu
merupakan suatu sebutan yang dapat dipaka untuk menyatakan suatu kesatuan yang
paling kecil dan terbatas.
B. PENGERTIAN
PERTUMBUHAN.
Pertumbuhan ialah perubahan yang menuju ke arah yang lebih maju dan lebih dewasa,
perubahan ini dsebut juga dengan proses. Timbul beberapa pendapat mengenai
pertumbuhan dari berbagai aliran, yaitu:
1.
Aliran Asosiasi
Pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pengertian tentang
proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorag secara tahap dei tahap
karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiri luar melalui panca indra yang
menimbulkan sensations maupun
pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menumbulkan reflextions.
2.
Aliran Psikologis Gestalt
Pertumbuhan adalah proses diferensasi. Dalam proses ini
yang menjadi hal pokok adalah keseluruhan, sedang bagian-bagian hanya mempunyai
arti sebagai bagian dari keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan
bagian-bagian yang lain
C. FAKTOR
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN.
Dalam
pertumbuhan itu ada bermacam-macam aliran, namun pada garis besarnya dapat
digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu:
1.
Pendirian Nativistik
Menurut para ahli dari golongan ini
berendapat, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh
faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
Para ahli dari golongan ini mennjukkan berbagai
kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang
ayah memiliki keahlian dibidang seni lukis maka kemungkinan besar anaknya juga
menjadi pelukis.
2.
Pendirian Emperistik dan Environmentalistik
Pendirian ini berlawanan dengan
pendapat nativistik. Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu
semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tdak berperan sama sekali.
Apabila konsepsi ini dapat tahan
uji (benar) akan dihasilkan menusia-manusia
3.
Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengakui pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
Kebanyakan para ahli mengakui pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
4.
Tahap Pertumbuhan Individu berdasar Psikologi
Pertumbuhan individu sejak lehir sampai masa dewasa
atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sebagai berikut:
a.
Masa vital yaitu dari 0,0 sampai kira-kira 2,0
tahun.
b.
Masa estetik dari umur kira-kira 2,0 tahun
sampai kra-kira 7,0 tahun.
c.
Masa intelektual dari kira-kira umur 7,0 tahun
sampai kira-kira umur 13,0 tahun atau 14,0 tahun.
d.
Masa sosial, kira-kira umur 13,0 tahun atau 14,0
tahun sampai kira-kira umur 20,0 tahun atau 21,0 tahun.
a.
Masa Vital
Pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi
biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Menurut Freud tahun
pertama dalam kehidupan individu itu sebagai masa oral, karena mulut dipandang
sebagai sumber kenikmatan dan ketidak-nikmatan.
b.
Masa Estetik
Masa estetik ini dianggap sebagai masa pertumbuhan
rasa keindahan. Sebenernya kata estetik diartikan bahwa masa ini pertumbuhan
anak yang terutama adalah fungsi pancaindera. Dalam masa ini pula tampak
unculnya gejala kenakalan yang umumnya terjadi anatara umur 3,0 tahun sampai
umur 5,0 tahun.
c.
Masa Intelektual (masa keserasian bersekolah)
Setelah anak melewati masa
kegoncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya telah berlangsung dengan
lebih efektif, sehingga menjadi matang untuk dididik daripada masa-masa sebelum
dan sesudahnya.
Ada beberapa sifat khas pada anak-anak
pada masa ini antara lain:
1.
Adanya korelasi posistif yang tinggi antara
keadaan jasmani dengan prestasi sekolah.
2.
Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan,
permainan yang tradisional
3.
Adanya kecenderungan memuji didi sendiri
4.
Kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu saol
amka soal itu dianggap tidak penting.
5.
Senang membangdingkan-bandingkan dirinya dengan
anak lain, bila hal itu menguntungkan, dalam hubungan ini ada kecenderungan
untuk merehkan anak lain.
6.
Adanya minat kepada kehidupan praktis
sehari-hari yang konkrit.
7.
Amat realistik, ingin tahu, ingin belajar.
8.
Gemar membentuk kelompok sebaya, biasanya untuk
dapat bermain bersama-sama. Di dalam permainan ada kecenderungan anak tidak
lagi terikat kepada aturan permainan tradisional, mereka membuat aturan-aturan sendiri,
setelah anak memasuki masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar.
Masa
keserasian bersekolah diakhiri dengan suat masa pueral. Masa ini demikian
khasnya sehingga menarik perhatian, sifat-sifat khas anak-anak masa pueral itu
dapat diringkas ke dalam dua hal yaitu :
1.
Ditujukan untuk berkuasa yang menimbulkan tngkah
laku dan perbuatan yang ditujukan berkuasa ; apa yang diinginkan, yang
dijadikan idam-idaman adalah sekuat, sejujur, semenang dan seterusnya.
2.
Tingkah laku ekstovers yaitu perbuatan yang
berorientasi ke luar dirinya, yang dapat mendorong untuk menyaksikan
keadaan-keadaan dunia diluar dirinya dan untuk mencari meraka dorongan bersaing
besar sekali sehingga dalam persaingan
itulah anak-anak puer mendapatkan sosialisasi lebih lanjut
d.
Masa remaja
Masa remaja meruakan masa yang banyak menarik
perhatian masyarakat karena mempunyai sifat-sifat khas yang menentukan dalam
kehidupan individu dalam masyarakatnya. Pada dasarnya ini masih dirinci kedalam beberapa masa,
yaitu :
1.
Masa pra remaja
Penggunaan isitilah pra remaja ini hanya untuk
menunjukan satu masa yang mengikuti masa pueral yang berlangsung secra singkat.
Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negatif sehingga disebut juga masa negatif.
2.
Masa Remaja
Sebagai gejala pada masa ini adalah merindu puja. Dala
fase ini (masa negatif) untuk pertama kalinya remaja sadar akan kesepian yang
tidak pernah dialaminya pada masa-masa sebelumnya
3.
Masa usia mahasiswa
Masa umur mahasiswa dapat digolongkan pemuda-pemuda
yang berusia sekitar 18,0 tahun sampai 30,0 tahun. Mereka dapat dikelompokkan
pada masa remaja akhir sampai dewasa awal atau dewasa madya.
B. FUNGSI KELUARGA
Keluarga ialah unit satuan
masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam
masyarakat. Kelompok ini, dalam hubungannya dengan perkembangan individu,
sering dikenal dengan sebutan primary group.
Perkembangan intelektual akan kesadaran lingkungan seorang individu seringkali dilepaskan dan bahkan dipisahkan dengan masalah keluarga.
Perkembangan intelektual akan kesadaran lingkungan seorang individu seringkali dilepaskan dan bahkan dipisahkan dengan masalah keluarga.
a.
Pengertian fungsi keluarga
Dalam kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya
pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. Suatu oekerjaan atau tugas yang harus
dilakukan itu biasa disebut dengan fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu
pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan didalam atau oleh
keluarga itu.
b.
Macam-macam fungsi keluarga
Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga
itu dapat digolongkan kedalam beberapa fungsi, yaitu:
·
Fungsi biologis
·
Fungsi pemeliharaan
·
Fungsi ekonomi
·
Fungsi keagamaan
·
Fungsi sosial
· Fungsi biologis
Dengan fungsi ini diharapkan
agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya.
karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan. Dan setiap
manusia pada hakikatnya terdapat semaca, tuntutan biologi bagi kelangsungan
hidup keturunannya, melalui perkawinan.
·
Fungsi pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap
anggotanya dapat dapat terlindungi dari gangguan-gangguan sebagai berikut:
1.
Gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah
2.
Gangguan penyakit dengan berusaha menyediakan
obat obatan.
3.
Gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan
pagar tembok dan lainlain
·
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan
manusia yang pokok yaitu:
1.
Kebutuhan makan dan minum
2.
Kebutuhan pakaian untuk menutupi tubuhnya
3.
Kebutuhan tempat tinggal
·
Fungsi keagamaan
Dinegara indonesia yang berideologi pancasila
berkewajiban pada setiap warganya (rakyat) untuk menghayati, mendalami dan
mengamalkan pancasila didala perilaku dan kehidupan keluarganya sehingga
benar-benar dapat diamalkan P4 ini dalam kehidupan keluarga yang pancasila.
Dalam buku ilmu sosial dasar karangan Drs. Soewaryo
Wangsanegara dikatakkan bahwa fungsi-fungsi keluarga meliputi beberapa hal
sebagai berikut:
a.
Pembentukan kepribadian, dalam lingkungan
keluarga, para orang tua meletakkan dasar-dasar kepribadian kepada
anak-anaknya, dengan tujuan untuk memprduksikan serta melestarikan kepribadian
mereka dengan anak cucu dan dengan keturunannya.
Contoh : pada keluarga suku jawa atau suku sunda,
seoarang anak yang menerima sesuatu pemberian dari orang tua atau
kerabat-kerabat keluarga, harus menerima dengan tangan kanan.
b)
Erat kaitannya dengan butir a, keluarga juga berfungsi sebagai alat reproduksi
kepribadian-kepribadian yang berakar dari etika, estetika, moral keagamaan, dan
kebudayaan yang berkorelasi fungsional dengan struktur masyarakat tertentu.
Contoh : Dari keluarga seniman tari Bali, diwariskan
ketrampilan seni patung atau seni tari Bali kepada anak keturunannya, trampil
pula sebagai seniman patung atau sebagai seniman tari Bali, sebagai hasil
reproduksi seni patung dan seni tari dalam lingkup keluarga tersebut.
c)
Keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat, karena menempati posisi
kunsi. Keluarga adalah sebagai jenjang dan perantara pertama dalam transmisi
kebudayaan.
d)
Keluarga berfungsi sebagai lembaga perkumpulan perekonomian. Dalam masyarakat
primitif biasanya terdapat sistem kekeluargaan
yang sangat luas. Akan tetapi kehidupan perekonomian masih belum berkembang
e)
Keluarga berfungsi sebagai pust pengasuhan dan pendidikan anak-anak (baik anak
laki-laki ataupun perempuan) dibangun balai pendidikan. Balai pendidikan akan
dimiliki oleh “keluarga besar” (terdiri dari beberapa keuarga baih) atau juga
dimiliki oleh keluarga batih.
C. INDIVIDU, KELUARGA dan
MASYARAKAT
1) Pengertian Individu
Individu
berasal dari kata latin, “individumm” yang artinya yang tak terbagi. Kata
individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang
paling kecil dan terbatas.
2) Pengertian Keluarga
Ada beberapa
pandangan atau anggapan mengenai keluarga. Menurut Sigmun Freud keluarga itu
terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Bahwa perkawinan itu
menurut belia adalah berdasarkan libido sesksualis.dengan demikian keluarga
merupakan manifestasi daripada dorongan seksual sehingga landasn keluarga itu
adalah kehidupan seksual suami istri.
3) Pengertian
Masyarakat
Drs. JBAF
Mayor Polak menyebut masyarakat (Society) adalah wadah segenap antar hubungan
sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dan
tiap-tia
a.)
Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan
masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan
menurut jenis kelamin. Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak terungkap dengan
jelas, sejalan dengan pola kehidupan dan pola perekonomian masyarakat primitif atau
belum sedemikian rupa seperti pada masyarakat maju.
Dengan
latar belakang seperti itu, jelas bahwa antara sang suami dan sang isteri, dan
antara sang sesama isteri, terjadi pembagian kerja dengan kesepakatan yang
dapat diterima satu sama lain.
b.)
Masyarakat maju. Masyarakat maju memiliki aneka
ragam kelompok sosial, atau lebih akrab dengan sebutan kelompok organisasi
kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuha.
(1)
Masyarakat Non Industri
Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan
non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer
(primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).
(a)
Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih
intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok
“face to face group”, sebab anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka,
karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain : keluarga, rukun tetangga,
kelompok kerja, kelompok agama, dan lain sebagainya.
(b)
Kelompok Sekunder
Antara anggota kelompok sekunder,
terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat
kekeluargaan. Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian
kerja antar anggota kelompok diatur atas dasar pertimbangan-pertimbangan
rasional, obyektif.
Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan,
atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak
resmi.
(2)
Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembagian kerja
sebagai dasar untuk mendeklasifikasikan dasar masyarakat, sesuai dengan taraf
perkembangannya. Akan tetapi ia lebih cenderung mempergunakan dua taraf
klasifikasi, yaitu yang sederhana dan kompleks. Masyarakat-masyarakat yang
berada di tengah kedua ekstrim tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 :
190).
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu, tukang
bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat
bekerja secara mandiri.
4.
HUBUNGAN
ANTAR INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
a.
Makna Individu
Manusia adalah makhluk
individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dap
b. Makna keluarga
Keluarga adalah merupakan
kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga menurupakan
sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan
mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan
anak-anak.
Di sini kita sebutkan 5 macam sifat
yang terpenting yaitu :
1. Hubungan suami – isteri :
Hubungan ini mungkin berlangsung seumur hidup dan mungkin dalam waktu yang singkat saja. Ada yang berbentuk monogomi, ada pula yang poligami.
Hubungan ini mungkin berlangsung seumur hidup dan mungkin dalam waktu yang singkat saja. Ada yang berbentuk monogomi, ada pula yang poligami.
2. Bentuk perkawinan di mana
suami-isteri itu diadakan dan dipelihara.
Dalam
pemilihan jodoh dapat kita lihat, bahwa calon suami-isteri itu dipilihkan oleh
orang-orang tua mereka. Sedang pada masyarakat lainnya diserahkan pada
orang-orang yang bersangkutan.
3. Susunan nama-nama dan
istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan.
Di
dalam beberapa masyarakat keturunan dihitung melalui garis laki-laki misal : Di
batak. Ini disebut patrilineal. Ada yang melalui garis wanita, di Minangkabau.
Ini disebut : Matrilineal, di mana kekuasaan terletak pada wanita.
4. Milik atau harta benda
keluarga
Di manapun keluarga itu
pasti mempunyai milik untuk kelangsungan hidup para anggota-anggotanya.
5. Pada umumnya keluarga itu
tempat bersama/rumah bersama.
c. Makna Masyarakat
Seperti halnya dengan
definisi sosiologi yang banyak jumlahnya kita dapati pula definisi-definisi
tentang masyarakat yang juga tidak sedikit.
Mengenai arti masyarakat
ini, baiklan di sini kita kemukakan beberapa definisi mengenai masyarakat itu,
seperti misalnya :
1. R. Linton : Seorang ahli
antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang
telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan
dirinya berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan
batas-batas tertentu.
2. M.J. Herskovist : menulis
bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti
suatu cara hidup tertentu.
3. J.L. Gillin dan J.P. Gillin :
mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai
kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat itu
meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil.
4. S.R. Steinmets : seorang
sosiologi bangsa Belanda, mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia
yang terbesar, yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih
kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.
5. Hasan Shadily :
mendefinisikan masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa
manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai
pengaruh kebatinan satu sama lain.
Kalau kita mengikuti
definisi Linton, maka masyarakat itu timbul dari setiap kumpulan individu, yang
telah cukup lama hidup dan bekerja sama dalam waktu lama.
Kelompok manusia yang
dimaksud di atas yang belum terorganisasikan mengalami proses yang fundamental,
yaitu :
a. Adaptasi dan organisasi dari
tingkah laku para anggota.
b. Timbul perasaan berkelompok
secara lambat laun atau lespirit de corps.
Kesemuanya itu ditimbulkan
kelompok-kelompo sosial (Sosial grups) dalam kehidupan manusia karena tak
mungkin hidup sendiri.
Menurut ellwod,
faktor-faktor yang menyebabkan manusia hidup bersama, adalah:
a. Dorongan untuk mencari makan
: penyelenggaraan untuk mencari makanan itu lebih mudah di lakukan dengan bekerjasama.
b. Dorongan untuk
mempertahankan diri : terutama pada keadaan primitif : dorongan ini merupakan
cambuk untuk kerjasama
c. Dorongan untuk melangsunkan
jenis.
Manusia sebagai makhluk
sosial manapun tersusun dalam kelompok-kelompok
Dalam lingkungan kelompok masyarakat
maju, yang terbagi menjadi masyarakat non industri dan masyarakat industri,
pembagian kerja menjadi lebih kompleks, lebih rumit dan lebih khusus. Sejalan
dengan perkembagannya industri, lahirlah kelompok masyarakat pemilik modal (di
sebut majikan)dan kelompok pekerja. Berpangkal tolak dari penggolongan
kelas-kelas pekerja, dapat di bedakan : pekerja kasar, pekerja kelas menengah,
dan pekerja kelas tinggi.
Individu,
Keluarga dan Masyarakat :
a. Individu
di artikan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.
b. Mengenai
pengertian keluarga ada beberapa pendapat antara lain :
1. Sigmund
Freud berpendapat bahwa keluarga adalah perwujudan dari adanya perkawinan
antara pria dan wanita, sehingga keluarga itu merupakan perwujudan dorangan
seksual.
2. Ki
Hajar Dewantara berpendapat bahwa keluarga itu adalah kumpulan beberapa orang
yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai
satu gabungan yang hakiki, eksensial
enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh golongan itu untuk
memuliakan masing-masing angotanya.
c. Mengenai
pengertian masyrakat antara lain menurut :
1. Drs.JBAF.MAJOR
Polak berpendapat bahwa masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan sosial
terdiri dari kolektiva-kolektiva serta kelompok-kelompok dan sub-sub kelompok.
2. Prof.M.M.Djojodiguno
berpendapat bahwa masyrakat adalah suatu kebulatan dari segala perkembangan
dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia.
3. Hasan
Sadily berpendapat bahwa masyrakat adalah suatu keaadan badan atau kumpulan
manusia yang hidup bersama.
Individu mempunyai makna
langsung apabila konteks situsional adalah keluarga atau lembaga sosial, sedangakan
individu dalam konteks lingkungan
sosial yang lebih besar, seperti masyarakat atau nasion, posisi dan peranannya semakin abstrak.
sosial yang lebih besar, seperti masyarakat atau nasion, posisi dan peranannya semakin abstrak.
BAB IV
PEMUDA DAN SOSIALISASI
1.
INTERNALISASI BELAJAR DAN SPESIALISASI
Internalisasi adalah proses
norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusionalisasi
saja,akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa
anggota-anggota masyarakat.
Norma-norma
ini kadang-kadang dibedakan antara norma-norma :
1)
Norma-norma yang mengatur pribadi yang mencakup
norma-norma kepercayaan yang betujuan agar manusia beriman,dan norma kesusilaan
yang bertujuan agar manusia berhati nurani yang bersih.
2)
Norma-norma yang mengatur hubungan pribadi,
mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hokum serta mempunyai tujuan agar manusia
bertingkah laku yang baik dalam pergaulan hidup dan bertijuan untuk mencapai
kedamaian hidup.
a.
Masalah-masalah kepemudaan
Massalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungan dengan generasi yang lebih tua. Problema ini disebabkan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seorang, penyesuaian dirinya dengan situasi yang baru timbullah harapan setiap pemuda akan mempunyai masa depan yang (kalau bisa) lebih baik.
Massalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungan dengan generasi yang lebih tua. Problema ini disebabkan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seorang, penyesuaian dirinya dengan situasi yang baru timbullah harapan setiap pemuda akan mempunyai masa depan yang (kalau bisa) lebih baik.
b.
Hakikat Kepemudaan
Kiranya
disadari bahwa ada berbagai tafsiran yang bisa diberikan terhadap
pemuda/generasi muda. Untuk itu kiranya perlu
diperjelas bahwa pengertian pemuda disini adalah mereka yang berumur
diantara 15-30 tahun. Hal ini sesuai dengan pengertian pemuda/generasi muda
sebagaimana yang dimaksudkan dengan pembinaan generasi mu
2. PEMUDA DAN IDENTITAS
Telah
kita ketahui bahwa “pemuda atau generasi muda” merupakan konsep-konsep yang
selalu dikaitkan dengan masalah “nilai”, hal ini sering lebih merupakan
pengertian ideologisdan kultural daripada pengertian ilmiah. Misalnya “pemuda
harapan bangsa”, “pemuda pemilik masa depan”
dan lain sebagainya yang kesemuanya merupakan bahwa moral bagi pe-
Hal 122
Diatas
telah dikemukakan bahwa pemuda sering dibuat “generasi muda”, merupakan istilah
demografis dan sosiologis dalam konteks tertentu. Dalam pola dasar pembinaan
dan pengembangan generasi muda bahwa yang dimaksud pemuda adalah :
1). Dilihat dari segi
biologis,terdapat istilah :
Bayi : 0 – 1 tahun
Anak :
1 – 12 tahun
Remaja :
12 – 15 tahun
Pemuda :
15 – 30 tahun
Dewasa :
30 tahun keatas
2). Dilihat dari segi budaya atau
fungsional dikenal istilah :
Anak :
0 – 12 tahun
Remaja :
13 – 18 tahun – 21 tahun
Dewasa :
18 – 21 tahun keatas
Dimuka pengadilan manusia berumur 18 tahun
sudah dianggap dewasa. Untuk tugas- tugas Negara 18 tahun sering diambil sebagai batas
dewasa tetapi dalam menuntut hak seperti hak pilih, ada yang mengambil 18 tahun
da nada yang mengambil 21 tahun sebagai permulaan dewasa. Dilihat dari segi
psikologis dan budaya, maka pematangan pribadi ditentukan pada usia 21 tahun.
3). Dilihat dari angkatan kerja, ada istilah
tenaga muda dan tenaga tua. Tenaga muda adalah calon- calon yang dapat diterima
sebagai tenaga kerja yang diambil antara 18 – 22 tahun.
4). Dilihat dari perencanaan
modern, digunakan istilah sumber- sumber daya manusia muda (young human
resources ) .






0 komentar:
Post a Comment