MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR
(SOFTSKILL)
“ MENGATASI KEMISKINAN”
Dosen :
Edi Fachri
Penyusun :
Nicko Wrenda Desthian Firizky
(55415043)
Universitas Gunadarma
Jl. KH. Noer Ali, Kalimalang, Jawa Barat
(021) 78881112
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga
kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya
yang berjudul “Kemiskinan di Indonesia”.
Makalah ini berisikan tentang
informasi Kemiskinan atau yang lebih khususnya membahas tentang
Kemiskinan di Indonesia, dan juga mengatasi kemiskinan tersebut.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata,kami sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir.Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.
Amin.
Jakarta, 1 Januari 2015
Nicko Wrenda
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang masalah
1.2 Perumusan masalah
1.3 Tujuan penulisan
1.4 Metode penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Defenisi Kemiskinan
2.2 Masalah Kemiskinan di Nganjuk
2.3 Faktor penyebab kemiskinan di Nganjuk
2.4
Cara menanggulangi kemiskinan
BAB III
PENUTUP
3.1 kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kemiskinan merupakan hal yang kompleks karena
menyangkut berbagai macam aspek seperti hak untuk terpenuhinya pangan,
kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. Agar kemiskinan di Indonesia
dapat menurun diperlukan dukungan dan kerja sama dari pihak masyarakat dan
keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini. Melihat kondisi negara
Indonesia yang masih memiliki angka kemiskinan tinggi, penulis tertarik untuk
mengangkat masalah kemiskinan di Indonesia dan penanggulangannya. Penulis
berharap dengan karya tulis ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam
rangka mengentaskan kemiskinan dari Negara tercinta ini.
1.2
Perumusan Masalah
1.
Bagaimana defenisi kemiskinan?
2.
Apa masalah Kemiskinan di Nganjuk?
3.
Faktor apa yang menyebabkan kemiskinan di Nganjuk?
4.
Bagaimana kebijakan menanggulangi masalah kemiskinan di Nganjuk?
1.3 Tujuan
Penulisan
1.
Mengetahui defenisi kemiskinan
2.
Mengetahui masalah kemiskinan di Nganjuk
3.
Mengetahui faktor penyebab terjadinya kemiskinan
4.
Mengetahui kebijakan menanggulangi masalah kemiskinan di Nganjuk
1.4 Metode
Penulisan
Penulis menggunakan metode studi pustaka dan browsing
internet dalam penulisan karya tulis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Defenisi Kemiskinan
Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai
seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini
berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak
adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah
kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara.
Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara
subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan
evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah
mapan.
Dari
berbagai sudut pandang tentang pengertian kemiskinan, pada dasarnya
bentuk/jenis kemiskinan dapat dikelompokkan menjadi tiga pengertian, yaitu:
1.
Kemiskinan Absolut
Seseorang dikategorikan termasuk ke
dalam golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis
kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum, yaitu: pangan,
sandang, kesehatan, papan, dan pendidikan.
2.
Kemiskinan Relatif
Seseorang yang tergolong miskin
relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan tetapi masih berada di
bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Kemiskinan ini dilihat dari aspek
ketimpangan sosial, karena ada orang yang sudah dapat memenuhi kebutuhan dasar
minimumnya tetapi masih jauh lebih rendah dibanding masyarakat sekitarnya
(lingkungannya). Semakin besar ketimpangan antara tingkat penghidupan golongan
atas dan golongan bawah maka akan semakin besar pula jumlah penduduk yang dapat
dikategorikan miskin, sehingga kemiskinan relatif erat hubungannya dengan
masalah distribusi pendapatan.
3.
Kemiskinan Kultural
Kemiskinan ini berkaitan erat dengan
sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki
tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya. mereka merasa miskin karena membandingkan dirinya
dengan orang lain atau pasrah
dengan keadaannya dan menganggap bahwa mereka miskin karena turunan, atau
karena dulu orang tuanya atau nenek moyangnya juga miskin, sehingga usahanya
untuk maju menjadi kurang.
Keluarga miskin adalah pelaku yang berperan sepenuhnya
untuk menetapkan tujuan, mengendalikan sumber daya, dan mengarahkan proses yang
mempengaruhi kehidupannya. Ada tiga potensi yang perlu diamati dari keluarga
miskin yaitu:
1.
Kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar contohnya dapat dilihat dari aspek
pengeluaran keluarga, kemampuan menjangkau tingkat pendidikan dasar formal yang
ditamatkan, dan kemampuan menjangkau perlindungan dasar.
2.
Kemampuan dalam melakukan peran sosial akan dilihat dari kegiatan utama dalam
mencari nafkah, peran dalam bidang pendidikan, peran dalam bidang perlindungan,
dan peran dalam bidang kemasyarakatan.
3.
Kemampuan dalam menghadapi permasalahan dapat dilihat dari upaya yang dilakukan
sebuah keluarga untuk menghindar dan mempertahankan diri dari tekanan ekonomi
dan non ekonomi.
2.2 Masalah Kemiskinan di Nganjuk
Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh
berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya
kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan,
gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai upaya
telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan
pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan
sebagainya.
Pemecahan masalah kemiskinan memerlukan
langkah-langkah dan program yang dirancang secara khusus dan terpadu oleh
pemerintah dan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan
masyarakat. Penulis ingin menitikberatkan karya ilmiah ini dengan 3 masalah
utama kemiskinan di Indonesia, yaitu: terbatasnya kecukupan dan mutu pangan,
terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, serta terbatasnya dan
rendahnya mutu layanan pendidikan.
·
Terbatasnya
Kecukupan dan Mutu Pangan
Hal ini berkaitan dengan rendahnya daya beli,
ketersediaan pangan yang tidak merata, dan kurangnya dukungan pemerintah bagi
petani untuk memproduksi beras sedangkan masyarakat Indonesia sangat tergantung
pada beras. Permasalahan kecukupan pangan antara lain terlihat dari rendahnya
asupan kalori penduduk miskin dan buruknya status gizi bayi, anak balita, dan
ibu.
·
Terbatasnya dan
Rendahnya Mutu Layanan Kesehatan
Hal ini mengakibatkan rendahnya daya tahan dan
kesehatan masyarakat miskin untuk bekerja dan mencari nafkah, terbatasnya
kemampuan anak dari keluarga untuk tumbuh kembang, dan rendahnya kesehatan para
ibu. Salah satu indikator dari terbatasnya akses layanan kesehatan adalah angka
kematian bayi. Data Susenas (Survai Sosial Ekonomi Nasional) menunjukan bahwa
angka kematian bayi pada kelompok pengeluaran terendah masih di atas 50 per
1.000 kelahiran hidup.
·
Terbatasnya
dan Rendahnya Mutu Layanan Pendidikan
Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya pendidikan,
terbatasnya kesediaan sarana pendidikan, terbatasnya jumlah guru bermutu di
daerah, dan terbatasnya jumlah sekolah yang layak untuk proses
belajar-mengajar. Pendidikan formal belum dapat menjangkau secara merata
seluruh lapisan masyarakat sehingga terjadi perbedaan antara penduduk kaya dan
penduduk miskin dalam masalah pendidikan.
2.3 Faktor
Penyebab Kemiskinan di Nganjuk
Ada dua
kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yaitu:
1.
Kemiskinan alamiah
Kemiskinan alamiah terjadi akibat sumber daya alam
yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah, bencana alam,dan karena
seseorang atau suatu masyarakat tak mau berusaha dengan kerja keras.
2.
Kemiskinan buatan
Kemiskinan ini terjadi karena lembaga-lembaga yang ada
di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana
ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia hingga mereka tetap miskin.
Bila kedua
faktor penyebab kemiskinan tersebut dihubungkan dengan masalah mutu pangan,
kesehatan, dan pendidikan maka dapat disimpulkan beberapa faktor penyebab
kemiskinan antara lain:
1.
Kurang tersedianya sarana yang dapat dipakai keluarga miskin secara layak
misalnya puskesmas, sekolah, tanah yang dapat dikelola untuk bertani.
2.
Kurangnya dukungan pemerintah sehingga keluarga miskin tidak dapat menjalani
dan mendapatkan haknya atas pendidikan dan kesehatan yang layak dikarenakan
biaya yang tinggi
3.
Rendahnya minat masyarakat miskin untuk berjuang mencapai haknya karena mereka
kurang mendapat pengetahuan mengenai pentingnya memliki pendidikan tinggi dan
kesehatan yang baik.
4.
Kurangnya dukungan pemerintah dalam memberikan keahlian agar masyarakat miskin
dapat bekerja dan mendapatkan penghasilan yang layak.
5.
Wilayah Indonesia yang sangat luas sehingga sulit bagi pemerintah untuk
menjangkau seluruh wilayah dengan perhatian yang sama. Hal ini menyebabkan
terjadi perbedaan masalah kesehatan, mutu pangan dan pendidikan antara wilayah
perkotaan dengan wilayah yang tertinggal jauh dari perkotaan.
Kebijakan Antikemiskinan di Nganjuk
Untuk menghilangkan atau mengurangi
kemiskinan di tanah air diperlukan suatu strategi dan bentuk intervensi yang
tepat. Untuk mendukung strategi tersebut diperlukan intervensi-intervensi
pemerintah yang sesuai dengan sasaran atau tujuan yang bila di bagi menurut
waktu yaitu :
·
Intervensi
jangka pendek, terutama pembangunan sektor pertanian dan ekonomi pedesaan
·
Intervensi
jangka menengah dan panjang meliputi: Pembangunan sektor swasta, Kerjasama
regional, APBN dan administrasi, Desentralisasi, Pendidikan dan Kesehatan
Penyediaan air bersih dan Pembangunan perkotaan
4. Cara menanggulangi kemiskinan di
Nganjuk
Masalah
kemiskinan bukan hanya sebagai musuh para bangsa saja, namun kemiskinan juga
dapat menghambat proses pengembangan suatu Negara. dalam hal ini pemerintah
memiliki peran penting dalam menghilangkan kemiskinan yang ada disuatu Negara,
namun perlu diketahui bahwa sebenarnya kemiskinan itu belum dapat dihilangkan
seutuhnya, tapi yang lebih tepatnya adalah mengurangi terjadinya kemiskinan
pada setiap Negara. Untuk dapat mengurangi kemiskinan tersebut berikut ini ada
beberapa cara dapat pemerintah lakukan dalam menguragi kemiskinan, yaitu :
1. Diadakan
pelatihan/kursus agar warga punya keterampilan dan bisa memanfaatkan
keterampilannya tersebut untuk mencari nafkah.
2. Diadakan pendidikan
yang benar-benar bebas pendidikan dengan kualitas yang baik agar semua warga
bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas namun bebas biaya dan mengurangi
jumlah warga yang berpendidikan rendah.
3. Memfasilitasi Usaha
Kecil Menegah, agar warga yang punya UKM bisa meningkatkan pendapatan melalui
fasilitas yang memadai serta bisa merekrut warga lain untuk di pekerjakan.
Dengan begitu pengangguran diharapkan bisa berkurang.
4. Infrastruktur di
daerah-daerah di perbaiki agar akses ke tempat lain bisa lebih mudah dan juga
murah, dengan begitu warga miskin di harapkan bisa mencari pekerjaan ke
daerah-daerah lain dengan mudah.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kondisi kemiskinan di Indonesia sangat memprihatinkan.
Hal ini ditandai dengan rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya
kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan,
gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Oleh karena itu, perlu
mendapat penanganan khusus dan terpadu dari pemerintah bersama-sama dengan
masyarakat.
Daftar
pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan






0 komentar:
Post a Comment